Selasa, 08 April 2014

Tulisan TOU 2 minggu ke 2


Manfaat Teh  Hijau Untuk Kecantikan Kulit Dan Wajah

Berbagai manfaat the hijau bagi kecantikan wajah dan kulit - Teh hijau merupakan salah satu jenis teh yang dibuat dari daun teh Camellia Sinensis yang dipetik dan mengalami proses pengeringan untuk mencegah oksidasi. Teh hijau kaya akan anti oksidan, sehingga teh hijau mempunyai banyak manfaat bagi kesehatan dan kecantikan  tubuh. Selain itu, teh hijau juga mempunyai kandungan vitamin, saponin, theophyline, theobromine dan sebagainya yang dapat melawan infeksi dan membantu menjaga agar suhu tubuh tetap optimal.
 Manfaat teh hijau bagi kecantikan adalah untuk memperlambat proses penuaan, mencegah keriput, mencegah kanker, melindungi kulit dari sinar matahari, mengatasi jerawat, dan sebagainya. Sahabat dapat mencoba menggunakan teh hijau dengan 2 cara, yaitu dengan cara diminum dan dengan menggunakan ampas teh hijau. Bagi sahabat yang ingin mencoba beberapa manfat teh hijau bagi kecantikan wajah dan kulit. Dan inilah beberapa manfaat the hijau yang dapat anda baca :
Manfaat Teh Hijau Bagi Kecantikan

·                     Mengatasi Jerawat dan Kulit Berminyak

Bagi sahabat yang mempunyai masalah dengan jerawat dan  kulit berminyak, sahabat dapat mencoba untuk menggunakan teh hijau untuk mengatasinya. Caranya adalah dengan menuangkan teh hijau pada cetakan es, lalu simpan ke dalam lemari es. Kemudian setelah membeku, usapkan teh beku tersebut pada daerah wajah setiap hari secara perlahan dan merata. Setelah itu biarkan hingga mengering dengan sendirinya. Sedangkan untuk mengatasi masalah jerawat, sahabat dapat mencobanya dengan mengompres jerawat dengan kantong teh atau dengan cara membuat masker dari daun teh yang dicampur dengan putih telur.

·                     Mencegah Napas Tak Sedap

Teh hijau memiliki anti bakteri alami yang dapat membunuh bakteri hidup di dalam mulut sehingga menyebabkan bau mulut.  Sahabat dapat mencoba menghilangkan bau mulut dengan menggunakan teh hijau dengan cara berkumur-kumur dengan teh hijau atau dengan meminum seteguk teh hijau untuk membantu mencegah bau nafas yang tidak sedap. Usahakan kekentalan teh yang sahabat minum pas yaitu 1 kantong teh untuk 1 cangkir.

·                     Menghilangkan Kantung Mata

Bagi sahabat yang memiliki masalah dengan kantung mata atau mata panda akibat kurang tidur, sahabat dapat mencoba untuk menghilangkan masalah tersebut dengan cara menyeduh teh hijau murni dengan air panas selama 10 menit, setelah itu sisihkan dan simpan ke dalam lemari es. Kemudian celupkan sepotong kapas kedalam larutan teh tersebut dan tempelkan pada kelopak mata selama 10 menit. Selain itu sahabat juga dapat mencoba dengan cara yang lebih praktis yaitu dengan menggunakan kantung teh celup bekas pakai yang sebelumnya sudah didinginkan di dalam lemari es.

·                     Melindungi Kulit dari Sinar Matahari

Bagi sahabat yang sering beraktifitas diluar rumah dan sering terkana paparan sinar matahari, sahabat dapat melindungi kulit tubuh dengan memakai teh hijau. Caranya adalah dengan menyeduh 2 sendok makan daun teh, lalu diamkan hingga dingin. Setelah dingin, saring air teh dengan menggunakan kain yang lembut. Setelah itu gunakan kain  tersebut untuk mengompres bagian kulit yang akan terkena sinar matahari. Lalu diamkan hingga mengering. Sebaiknya lakukan pengompresan sekitar 30 menit sebelum beraktifitas di luar rumah.

·                     Facial Scrub

Sahabat dapat menggunakan teh hijau sebagai facial scrub untuk melembutkan dan menghaluskan wajah, dengan cara mencampurkan 1 sendok teh cornmeal dengan teh chamomile, lalu gunakan sebagai scrub dan gosokkan dengan lembut pada permukaan wajah. Biarkan hingga kering, lalu bilas dengan air hangat. Bagi sahabat yang mempunyai kulit sensitif, sebaiknya untuk menghindari cara ini.

·                     Melembabkan dan Menghindari Kulit Kering

Bagi sahabat yang memiliki masalah dengan kulit kering, sahabat dapat mencoba mengatasinya dengan cara membuat masker teh dengan campuran oatmela dan lemon. Caranya adalah dengan mencampurkan beberapa sendok air teh dengan beberapa tetes jeruk lemon ke dalam 3 sendok oatmeal. Setelah itu usapkan ke seluruh bagian wajah sambil dipijat ringan dengan gerakan memutar. Kemudian diamkan selama 15 menit, lalu basuh dengan air dingin.
Itu beberapa manfaat dan keunggulan dari teh  hijau semoga bermanfaat bagi kesehetan tubuh kita.



Tugas TOU 2 minggu ke 2


Keputusan terbesar dalam hidup ini di ambil dari kisah seseorang yang mengalami hal ini:

Mengambil keputusan sulit yang pernah aku alami adalah tidak bergantung pada orang tua sejak umur 13 tahun, meninggalkan sekolah dan memilih jalan hidup sendiri.

[Kesalahanku ketika itu jalan yang aku bela adalah hidup di jalan dan itu tidak bagus]
Antara aku harus tetap melanjutkan sekolah atau tetap memilih jalanku sendri tapi aku memilih untuk melanjutkan hidup tanpa sekolah itu adalah hal teberat yang aku ambil di kehidupan ini aku ingin hidup tanpa harus bergantung pada orangtua aku memulai semuanya dari nol. Dan itu terbikti aku bisa melakukannya karena aku yakin aku bisa dan aku sudah yakin pada keputusan yang aku ambil saat ini. Walupun berat tapi aku harus menjalani semuanya dengan ikhlas dan mandiri. Agar kelak aku ,menjadi orang yang berguna bagi semua orang khusnya bagi diriku sendiri. Berat tapi hidup adalah pilihan dan inilah pilihan hidupku.

[Pelajaran berharga yang aku dapat adalah kembali hidup dalam keluarga yang harmonis dan demokratis dan banyak pelajaran penting yang aku dapat dari jalanan]

Memikirkan konsekuensi sebelum mengambil keputusan (jika mampu mengalahkan ego/is dengan logika , idealnya keputusan itu berahakhir baik)

Menjalani keputusan sebagai takdir dan pelajaran, semua sudah diatur sedemikian rupa dan memang itu yang dibutuhkan. Tuhan memberi berdasarkan apa yang dibutuhkan bukan berdasarkan apa yang dipinta, hanya saja terkadang manusia tidak menyadari hal itu hingga merasa kecewa dan tidak puas dengan apa yang di dapatnya


Sumber : https://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20080611181934AA4SYeu

Minggu, 30 Maret 2014

mengarang bebas


Mengarang Bebas

“pentingnya mencuci tangan”

Sejak kecil  kita sudah diajarkan untuk selalu dan senantiasa mencuci tangan, dalam sela-sela keseharian kita. Menurut saya penting sekali mencuci tangan itu, walaupun terlihat sepele tapi itu sangat berdampak pada kesehatan kita. Jadi jangan sampai menyepelekan dan mengabaikan mencuci tangan. Harus dilakukan dengan benar dan teratur. Karna begitu banyak kuman yang berkeliaran di kehidupan kita sehari-hari. Sebaiknya sesudah beraktifitas kita biasakan untuk mencuci tangan. Sebelum makan, sebelum mengawali kegitan dan mengkahirinya.
mungkin kalian tidak menyadari bahwa tangan adalah inang dari bakteri dan virus yang dapat menyebabkan penyakit menular.
banyak mikoorganisme yang berbahaya hadir di kehidupan kita seperti pada uang, memegang segala jenis barang, memegang pagar, dan lain-lain yang terdapat banyak kuman tersembunyi.

Manfaat mencuci tangan

Manfaatnya banyak sekali salah satunya sudah saya jelaskan di awal. Dan untuk mencegah terinfeksi dari  sejumlah penyakit berbahaya.
salah satunya penyakit flu dan diare, saya anjurkan untuk tidak menyepelekan, gerakan mencuci tangan ini harus di lakukan dengan benar dan teratur agar terhindar dari segala macam penyakit baik yang ringan hingga yang berat.
marilah kita hidup sehat dengan cara mencuci tangan dengan benar dan teratur gunkanlah sabun cuci tangan untuk membersihkan tangan kita dari kuman-kuman yang tidak terlihat. Luangkan waktu anda untuk mencuci tangan hanya butuh waktu 2-3 menit untuk mencuci tangan yang bersih dan efesien. Jangan takut untuk kehilangan waktu anda sebentar dari pada harus kehilangan kesehatan anda ysng berharga.

Semoga tulisan saya ini bermanfaat untuk anda semua mohon maaf jika ada kekeliruan disini juga kita sama-sama belajar dan meningkatkan keseehatan dari hal terkecil sekalipun dan terkadang terlupkan.

Senin, 24 Maret 2014

contoh nyata "team work"


Contoh Nyata Team Work


Pengertian

Teamwork adalah kumpulan individu yang bekerjasama untuk mencapai suatu tujuan, dimana mereka memiliki aturan dan mekanisme kerja yang jelas serta saling tergantung antara satu dengan yang lain. 

Oleh karena itu sekumpulan orang yang bekerja dalam satu ruangan, bahkan didalam satu proyek, belum tentu merupakan sebuah teamwork. Terlebih lagi jika kelompok tersebut dikelola secara otoriter, timbul faksi-faksi di dalamnya, dan minimnya interaksi antar anggota kelompok.
1.     Bekerjasama

• Berpartisipasi, anggota kelompok yang baik dan melakukan tugas/bagiannya. 
• Mendukung keputusan kelompok. 
• Sebagai anggota kelompok, mengupayakan agar anggota lain mendapat informasi yang relevan dan bermanfaat, misalnya informasi tentang proses kelompok, tindakan individual, atau hal-hal yang penting.

2.      Mengungkapkan harapan yang positif
• Menyatakan harapan yang positif tentang orang lain dalam hal kemampuan, peran yang diharapkan, dan sebagainya.
• Membicarakan anggota kelompok secara positif. 
• Menghargai hasil yang dicapai oleh kelompok.

3.      Menghargai masukan
• Menghargai masukan dan keahlian orang lain. 
• Mau belajar dari orang lain (termasuk dari bawahan dan teman sejawat).
• Meminta ide dan pendapat kepada semua anggota kelompok untuk membantu membuat keputusan.
• Mendorong kerjasama kelompok.
4.     Memberikan dorongan

• Secara terbuka memberi pujian kepada orang yang berkinerja baik.
• Mendorong dan memberdayakan orang lain.
• Membuat orang lain merasa kuat dan penting.

5.     Membangun semangat kelompok
• Bertindak untuk menciptakan suasana kerjasama yang akrab dan moral kerja yang baik dalam kelompok (misalnya menciptakan simbol identitas kelompok).
• Menyelesaikan perselisihan yang terjadi dalam kelompok.
• Melindungi/mempromosikan reputasi kelompok.

Contoh team work :

Seorang CEO atau presiden tidak bekerja dalam vakum, tidak sendirian. Ia bisa saja seorang biasa dengan segala kekurangannya. Tetapi ia bisa saja berhasil kalau ia memiliki komitmen dengan dukungan team yang sama-sama punya komitmen kuat. Maka yang masih bisa mereka “jual” nanti bukan lagi figur masing-masing calon (personality ethic), melainkan team yang akan mereka bawa.
Hubungan interpersonal menjadi sangat penting karena hal ini akan merupakan dasar terciptanya keterbukaan dan komunikasi langsung serta dukungan antara sesama anggota team.
Ketika bekerja semua orang akan terlihat formal, serious, important, necessary, technical, dan administrative. 
Namun ketika ada kegiatan (perayaan) maka karakternya berubah menjadi relax, happy, and look at each other as fellow humans bound together by a common purpose.

Adapun ;

teamwork yang solid akan mampu memberikan hasil yang maksimal, tentu karena kerja keras tim yang didukung oleh superman-superman sebagai anggota tim sehingga bisa menghasilkan pemikiran-pemikiran yang hebat, ide-ide yang super, bisa memberikan hasil yang maksimal dan luar biasa dalam superteam tersebut. Sekiranya seperti itulah pengertian tentang teamwork yang selama ini sering kita dengarkan dan sering kita bicarakan baik dalam lingkup lingkungan kerja dan dalam lingkup saat kita bermasyarakat.

Contoh nyata : salah satunya adalah semut yang selalu berkoloni, berbaris rapih dan bekerja sama dengan baik dalam team work.









Sumber : dikunjungi pada : selasa, 25 maret 2014 pukul : 00:20



Rabu, 15 Januari 2014

Struktur Organisasi Dalam Perusahaan Bisnis

Artikel

Struktur Organisasi Dan Implementasi Dalam Perusahaan Bisnis

Definisi menurut para pakar : Menurut Herbert A. Simon, Donald W. Smithburg, dan Victor A. Thompson , Organisasi adalah suatu sistem terencana mengenai usaha kerjasama dalam mana setiap peserta mempunyai peranan yang diakui untuk dijalankan dan kewajiban-kewajiban atau tugas-tugas untuk dilaksanakan. Ada beberapa bagian dari organisasi, yaitu :
1.      The Operating Core. Yang termasuk disini adalah para pegawai yang melaksanakan pekerjaan dasar yang berhubungan dengan produksi barang dan jasa.
2. The Strategic Apex. Yang termasuk di dalam bagian ini adalah manajer tingkat puncak (top management).
3. The Middle Line. Yang termasuk di dalam bagian ini adalah para manajer yang menjembatani manajer tingkat atas dengan bagian operasional
4. The Technostructure. Yang termasuk dalam bagian ini adalah mereka yang diserahi tugas untuk menganalisa dan bertanggung jawab terhadap bentuk standarisasi dalam organisasi.
5. The Support Staff. Yang termasuk disini adalah orang-orang yang memberi jasa pendukung tidak langsung terhadap organisasi ( orang-orang yang mengisi unit staff).
Struktur adalah hubungan antara macam-macam fungsi atau aktivitas di dalam organisasi . Struktur organisasi adalah hubungan antar para pegawai dan aktivitas-aktivitas mereka satu sama lain serta terhadap keseluruhan, di mana bagian-bagiannya adalah tugas-tugas, pekerjaan-pekerjaan atau fungsi-fungsi dan masing-masing anggota kelompok pegawai yang melaksanakannya.
Struktur organisasi yang akan dibentuk tentunya struktur organisasi yang baik. Struktur organisasi yang baik harus memenuhi syarat sehat dan efisien. Struktur organisasi sehat berarti tiap-tiap satuan organisasi yang ada dapat menjalankan peranannya dengan tertib. Struktur organisasi efisien berarti dalam menjalankan peranannya tersebut masing-masig satuan organisasi dapat mencapai perbandingan terbaik antara usaha dan hasil kerja.
II. 2 Elemen Utama Struktur Organisasi
II. 2. 1 Kompleksitas
Kompleksitas struktur menggambarkan derajat diferensiasi dalam suatu organisasi, baik diferensiasi horizontal, vertikal, maupun spasial.
1. Diferensiasi Horizontal
Penyebab terjadinya diferensiasi horizontal adalah berkembangnya beragam unit dalam organisasi berdasarkan orientasi pekerjaan, sifat tugas-tugas di dalamnya, serta latar pendidikan dan pelatihan yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas-tugas tersebut. Ketika organisasi membutuhkan unit-unit yang beragam untuk melaksanakan berbagai pekerjaan yang dibutuhkan dalam rangka mencapai tujuan-tujuan organisasi, pada saat itu pula terjadi diferensiasi horizontal.
Bentuk spesialisasi ada dua, yaitu spesialisasi fungsional dan spesialisasi sosial. Spesialisasi fungsional dilakukan dengan cara memecah-mecah pekerjaan menjadi tugas-tugas sederhana. Jadi, yang dispesialisasi adalah pekerjaannya. Contohnya, pekerjaan merakit mobil dipecah-pecah menjadi rangkaian pekerjaan yang lebih sederhana, dan masing-masing dikerjakan oleh orang yang berbeda.
Sebaliknya, spesialisasi sosial merujuk pada spesialisasi orang. Artinya, organisasi merekrut seseorang yang ahli untuk melakukan jenis-jenis pekerjaan tertentu yang bersifat khusus. Misalnya, menggunakan analisis pasar untuk mengamati dan membuat prediksi perkembangan pasar.
2. Diferensiasi Vertikal
Diferensiasi horizontal dan vertikal sebenarnya berhubungan erat. Meningkatnya diferensiasi horizontal biasanya selalu dibarengi dengan kebutuhan untuk mengontrol aktivitas yang kian beragam. Organisasi kemudian menambah lapisan pengawas atau supervisor (untuk mengawasi lapisan pekerja) atau manajer (untuk mengawasi supervisor atau manajer level bawah). Hal ini dengan sendirinya menambah diferensiasi vertikal. Jadi, diferensiasi vertikal adalah gambaran dari lapisan-lapisan hierarki dalam organisasi.
3. Diferensiasi Spasial
Diferensiasi spasial menggambarkan sejauh mana fasilitas dan personel organisasi tersebut secara geografis. Organisasi yang memiliki sejumlah kantor dan/atau personal yang tersebar dalam rentang geografis yang luas, tentunya akana menghadapi kompleksitas yang lebih tinggi daripada organisasi yang hanya berpusat pada satu atau beberapa lokasi.
II. 2. 2 Formalisasi
Formalisasi dalam organisasi sebenarnya dapat dilakukan dengan dua pola yaitu melalui aturan, prosedur, dan sanksi-sanksi regulatif yang disusun oleh pengelola organisasi, atau melalui rekrutmen terhadap tenaga-tenaga profesional yang telah terdidik dengan nilai-nilai, norma-norma, dan pola perilaku sesuai profesi mereka.
II. 2. 3 Sentralisasi
Senralisasi adalah sejauh mana otoritas formal untuk membuat pilihan-pilihan bebas terkonsentrasi ada seseorang, sebuah unit, atau suatu level, sedemikian rupa sehingga para pegawai hanya dimungkinkan memberikan input seminimal mungkin dalam pekerjaan. Sentralisasi kadang-kadang terkait juga dengan masalah kecenderungan personal. Hal ini terutama pada perusahaan-perusahaan yang dikelola oleh pemiliknya sendiri. Ketika ukuran organisasi semakin besar dan menuntut pendelegasian keputusan yang lebih banyak, tidak jarang pemilik sekaligus pengelola tersebut merasa enggan.
II. 3 Fungsi atau Kegunaan Struktur dalam Organisasi
1. Kejelasan Tanggung Jawab. Setiap anggota organisasi harus bertanggung jawab dan apa yang harus dipertanggungjawabkan. Setiap anggota organisasi harus bertanggung jawab kepada pimpinan atau atasan yang memberikan kewenangan, karena pelaksanaan kewenangan itu yang harus dipertanggungjawabkan.
2. Kejelasan Kedudukan. Kejelasan kedudukan seseorang dalam struktur organsisasi sebenarnya mempermudah dalam melakukan koordinasi maupun hubungan karena adanya keterkaitan penyelesaian suatu fungsi yang dipercayakan kepada seseorang.
3. Kejelasan Uraian Tugas. Kejelasan uraian tugas dalam struktur organisasi sangat membantu pihak pimpinan untuk melakukan pengawasan dan pengendalian, dan bagi bawahan akan dapat berkonsentrasi dalam melaksanakan suatu pekerjaan karena uraiannya yang jelas.
II. 4 Bentuk-Bentuk Struktur Organisasi
II. 4. 1 Struktur Garis (Sederhana)
Organisasi bentuk garis di ciptakan oleh Henry Fayol. Pada struktur organisasi ini, wewenang dari atasan disalurkan secara vertikal kepada bawahan. Begitu juga sebaliknya, pertanggungjawaban dari bawahan secara langsung di tujukan kepada ataan yang memberi perintah. Umumnya organisasi yang memakai struktur ini adalah organisasi yang masih kecil, jumlah karyawannya sedikit dan spesialisasi kerjanya masih sederhana.
Ciri-Ciri. Kesatuan perintah terjamin. Pembagian kerja jelas dan mudah dilaksanakan. Organisasi tergantung pada satu pimpinan. Ruang lingkup Organisasinya lebih kecil dan jumlah anggota juga sedikit. Hubungan kerja antara atasan dan bawahan bersifat langsung. Tujuan alat-alat yang digunakan dan struktur organisasi bersifat sederhana. Tingkat spesialisasi yang dibutuhkan masih sangat rendah. Semua anggota organisasi masih kenal antara satu sama lainnya. Produksi yang dihasilkan belum beraneka ragam (defersified).
Kelebihan struktur garis. Karyawan akan lebih menyadari tugas, tanggung jawab, dan pekerjaan yang diembannya, karena struktur ini lebih mudah dimengerti. Struktur ini juga menjadikan pengambilan keputusan dapat dilakukan dengan cepat karena tidak ada halangan birokrasi. Biaya-biaya yang berkaitan dengan koordinasi dan kontrol biasanya relatif kecil.
Kekurangan struktur garis. Kurang fleksibel dalam menyediakan spesialisasi yang dibutuhkan ketika perusahaan menjadi lebih luas dan kompleks. Tugas karyawan yang terbatas sejak awal menghalangi mereka mendapatkan pengalaman yang dibutuhkan untuk meningkat ke posisi manajerial.
II. 4. 2 Struktur Fungsional
Struktur organisasi fungsional diciptakan oleh F. W. Taylor. Struktur ini berawal dari konsep adanya pimpinan yang tidak mempunyai bawahan yang jelas dan setiap atasan mempunyai wewenang memberi perintah kepada setiap bawahan, sepanjang ada hubungannya dengan fungsi atasan tersebut. Setiap pegawai mempunyai pengawas lebih dari satu orang atasan yang berberda-beda.
Struktur ini banyak ditemukan pada organisasi atau perusahaan area spesialisasi sebagai dasar eksistensi sebuah departemen. Struktur ini lazim ditemukan pada perusahaan kecil dan menengah, yang memusatkan pengambilan keputusan pada tingkat tertinggi dari perusahaan.
Ciri-ciri. Tidak menjamin adanya kesatuan perintah. Keahlian para pengawas dan pegawai berkembang menuju spesialisasi. Penghematan waktu dapat dilakukan karena mengerjakan pekerjaan yang sama.
Kelebihan struktur fungsional. Keahlian yang dimiliki oleh seorang spesialis fungsional. Keahlian ini memudahkan mereka dalam memecahkan masalah yang terjadi pada area tertentu yang berada di bawah wewenangnya. Menghindari duplikasi, di mana struktur ini tidak terdapat fungsi yang berganda atau redundant, sehingga sumber daya organisasi dapat dipergunakan lebih efisien dan terfokus.
Kelemahan struktur fungsional. Kebingungan yang terjadi ketika karyawan memiliki dua atau lebih supervisor. Kekurangan lain yaitu kemungkinan manajer untuk menghindari area yang mereka wewenangi secara fungsional, situasi yang mungkin berdampak negatif bagi koordinasi aktivitas tertentu.
II. 4. 3 Struktur Staff
Organisasi dalam bentuk staff yang mempunyai hubungan dengan pucuk pimpinan. Berfungsi memberikan bantuan baik berupa pikiran maupun bantuan lain demi kelancaran tugas pimpinan dalam mencapai tujuan secara keseluruhan. Bentuk ini tidak mempunyai garis komando ke bawah. Staff yaitu orang yang ahli dalam bidang tertentu yang tugasnya memberi nasehat dan saran dalam bidang kepada pemimpin dalam organisasi.
Kelebihan struktur staff. Pembagian tugas yang jelas antara staff dan anggota yang lain. Berkembangnya spesialisasi para anggota. Koordinasi di dalam setiap bagian dapat diterapkan dengan mudah.
Kelemahan struktur staff. Pemimpin staff melampaui kewenangannya. Kesenjangan sosial antara pemimpin dan anggotanya.
II. 4. 4 Struktur Garis dan Staff
Struktur organisasi ini merupakan struktur organisasi gabungan yang dikembangkan oleh Harrington Emerson. Struktur ini umumnya di gunakan oleh organisasi yang besar, daerah kerja luas, bidang tugas yang beraneka ragam dan jumlah bawahan yang banyak sehingga pimpinan tidak bisa bekerja sendiri, melainkan memerlukan bantuan staf ahli yaitu orang yang ahli dalam bidang tertentu yang bertugas memberi nasihat dan saran kepada pimpinan dalam organisasi tersebut.
Kelebihan struktur garis dan staf. Posisi garis terbebas dari aktivitas khusus yang dapat diberikan kepada karyawan staf. Fleksibilitas dari personel staf dapat memudahkan mereka untuk melaksanakan dan menyelesaikan proyek baru dengan jumlah yang minimum. Koordinasi dalam setiap unit kegiatan dapat diterapkan dengan mudah.
Adanya pembagian tugas yang jelas antara kelompok lini yang melakukan tugas pokok organisasi dan kelompok staf yang melakukan kegiatan penunjang.
Kekurangan struktur garis dan staf. Konflik antara karyawan posisi garis dan staf sering menjadi masalah. Misalnya, karena karyawan staf terlalu mendominasi sering kali karyawan posisi garis menghiraukan masukan mereka.
II. 4. 5 Struktur Produk
Struktur ini digunakan jika perusahaan memutuskan produk yang mereka hasilkan sebagai dasar penetapan atau pembuatan struktur organisasi sebuah perusahaan. Jenis organisasi ini membagi tugasnya ke dalam dimensi produk. Artinya sebuah garis koordinasi atau kelompok koordinasi terbagi atas jenis produk yang dihasilkan oleh organisasi tersebut. Pada masing-masing produk terdapat bagian atau divisi yang mendukung kesuksesan produk di pasar. Masing-masing produk akan memiliki divisi pemasaran, SDM, dan produksi sendiri-sendiri.
Struktur organisasi ini muncul sebagai respon atas segmen pasar yang ingin fokus dikembangkan. Pada akhirnya, perusahaan akan berusaha semaksimal mungkin untuk bisa bersaing pada segmen pasar yang dituju. Perusahaan akan memaksimalkan setiap sumber daya yang ada di perusahaan sehingga bisa maksimal dalam merancang dan membuat sebuah produk untuk segmen pasar tertentu.
Kelebihan struktur produk. Penanggung jawab dari produk akan sangat jelas, sehingga fokus kinerja terhadap konsumen lebih jelas dan memuaskan. Struktur ini baik digunakan untuk perusahaan yang memiliki lini bisnis atau produk yang bervariasi. Variasi dari jumlah produk yang dihasilkan memerlukan koordinasi yang tinggi, sehingga struktur ini akan memfasilitasi perusahaan sehingga masalah koordinasi dalam sebuah produk yang dihasilkan akan mudah terselesaikan. Selain itu, faktor lingkungan yang berubah dengan cepat juga akan sangat sesuai jika dihadapi dengan jenis struktur organisasi ini.
Kekurangan struktur produk. Dengan dimungkinkannya tiap divisi untuk berjalan dengan caranya sendiri dibandingkan dengan struktur lainnya, hal ini dapat mengakibatkan kegagalan beberapa divisi dalam mencapai tujuan perusahaan.
II. 4. 6 Struktur Matriks
Struktur ini merupakan struktur yang paling baru dari semua struktur organisasi yang ada dan paling sering digunakan oleh perusahaan yang melakukan proyek rumit. Struktur ini mengintegrasikan hubungan vertikal dan horizontal dengan unit lain dalam sebuah proyek.
Kelebihan struktur matriks. Penggunaan struktur matriks memungkinkan perusahaan mempekerjakan karyawan dengan keahlian tertentu untuk menyelesaikan suatu proyek yang rumit. Penggunaan struktur matriks juga membantu perusahaan beradaptasi dengan cepat terhadap segala situasi , karena karyawan dengan keahlian tertentu dapat dengan mudah direkrut ke dalam proyek.
Kekurangan struktur matriks. Dalam perusahaan yang menggunakan struktur matriks ini, karyawan mungkin memiliki dua supervisor, manajer dari area fungsional dan manajer proyek. Tekanan pada karyawan, jika dalam satu waktu individu menangani beberapa proyek yang berbeda, maka ini akan menjadi beban pikiran baginya.
II. 4. 7 Struktur Campuran (Hibrid)
Jenis organisasi ini merupakan gabungan dari struktur organisasi produk dan fungsional. Masing-masing produk yang diproduksi memiliki fungsi-fungsi yang dibutuhkan oleh produk tersebut. Selain itu, organisasi juga memiliki struktur fungsional yang tetap mengontrol secara terpusat jalannya organisasi.
Salah satu yang dominan dari struktur ini adalah keputusan menjadi tidak terdesentralisasi, tetapi juga tidak tersentralisasi. Artinya perlu koordinasi yang tinggi antarfungsi pokok yang dimiliki dan juga struktur yang berada dalam garis koordinasi produk. Karena sifatnya, jenis organisasi dengan struktur ini akan mudah beradaptasi jika terdapat perubahan pada lingkungan secara mendadak. Dua contoh struktur campuran yaitu perusahaan multinasional dan organisasi jaringan (network).
Perusahaan Multinasional (MNC). Pada tahap perkembangannya yang sangat lanjut dapat menjadi sebuah organisasi yang sangat kompleks. Tahap tersebut tercapai ketika organisasi telah mengambil desain struktur yang disebut matriks global (global matrix). Proses ini biasanya terjadi manakala MNC meluaskan aktivitasnya ke berbagai negara dalam skala yang tidak dapat ditangani oleh struktur-struktur biasa.
Struktur ini disebut campuran karena perusahaan-perusahaan lokal yang tersebar di berbagai benua biasanya tidak persis sama dalam hal desain strukturnya. Kita barangkali akan menemukan semua ragam desain struktur di sini, mulai dari struktur sederhana, divisonal, matriks, hingga struktur hibrid .
Struktur Jaringan. Dalam bentuk yang sangat ekstrem, struktur jaringan menghasilkan apa yang disebut dengan organisasi virtual. Di sini semua aktivitas organisasi telah habis di-outsourcing. Satu-satunya yang tersisa dalam organisasi adalah sekelompok kecil eksekutif dan sebuah kantor dengan beberapa ratus pegawai. Ukuran organisasi yang normal bagi perusahaan-perusahaan multinasional adalah rata-rata di atas 10 ribu orang, untuk di kantor pusat saja (Robbins, 1990: 132) . Jadi, pengurangan jumlah hinga tinggal beberapa ratus orang adalah sesuatu yang sangat luar biasa. Nike (sepatu), Emerson Radio (produk-produk elektronik), Schwinn Bicycle (sepeda) adalah contoh-contoh perusahaan yang mampu menjual produk senilai beberapa ratus juta dollar per tahun, dengan memiliki sangat sedikit fasilitas produksi atau tidak ada sama sekali (Robbins, 1990: 346) .
Esensi pekerjaan para eksekutif organisasi virtual terutama adalah melakukan koordinasi dan mengelola hubungan-hubungan eksternal. Semua hubungan tersebut bersifat kontrak atau pesanan, sehingga sebagian besar waktu para pengelola dihabiskan untuk menangani hubungan-hubungan tersebut dan memastikan kesesuaiannya dengan tujuan organisasi
II. 5 Faktor-faktor Penyebab Perbedaan Struktur Organisasi
1. Strategi Organisasi
Tidak dapat disangkal bahwa terdapat hubungan antara strategi organisasi dengan struktur yang digunakan untuk mencapainya. Keterkaitan itu lebih mudah dilihat dalam mengelola sebuah bisnis. Karena keterkaita antara strategi dengan struktur yang akan digunaka, umumnya suatu organisasi memilih salah satu dari tiga bentuk strategi yaitu, strategi yang menuntut inovasi, strategi yang diarahkan kepada minimalisasi biaya atau ongkos, dan strategi yang sifatnya imitatif.
2. Besar-kecilnya organisasi
Semakin banyak karyawan yang bekerja pada suatu organisasi, makin kompleks pula organisasi tersebut. Demikian pula dengan pola pengambilan keputusan untuk kepentingan koordinasi dan pengawasan mengakibatkan makin banyak keputusan yang diambil oleh kantor pusat organisasi yang bersangkutan.
3. Teknologi yang digunakan
Berbagai studi yang dilakukan para pakar dan ilmuwan yang menunjukkan dengan jelas teknologi yang digunakan dengan struktur organisasi. Karena keterkaitan tersebut efektivitas kerja akan ditentukan oleh kesesuaian teknologi dengan struktur. Tiga kategorisasi yang dapat digunakan sebagai dasar pemikiran ialah kategori berdasarkan produk, analisis permasalahan, dan sifat teknologi yang digunakan.
4. Kekuasaan dalam Organisasi
Dikaitkan dengan struktur, dapat dinyatakan bahwa baik karena seseorang merasa bahwa satuan tempatnya bertugas penting maupun karena keinginan untuk memupuk kekuatan atau kekuasaan. Seseorang yang menduduki jabatan sebagai pimpinan akan berusaha agar satuan kerja yang dipimpinnya semakin kompleks.
II. 6 Prinsip dalam Mendesain Struktur Organisasi
Menurut Robbins (2003), Gitlow (2001), dan Cortada (2001), ada enam prinsip penting yang harus diperhatikan dalam mendesain struktur organisasi :
1. Spesialisasi Pekerjaan
Hal ini didefinisikan sebagai derajat di mana tuga dalam organisasi dibagi menjadi beberapa pekerjaan. Spesialisasi menjadi terkenal setelah pada awal abad 20 Henry Ford berhasil mengimplementasikan spesialisasi dan menjadi best seller pada masanya. Pengulangan tugas yang serupa dalam jangka waktu yang lama akan meningkatkan tingkat produktivitas dan efisiensi sebuah pekerjaan.
2. Departemenisasi
Unsur ini merupakan dampak yang dari spesialisasi pekerjaan, dengan mengelompokkan pekerjaan yang serupa dalam satu departeman. Departemenisasi adalah aktivitas untuk menyusun satuan-satuan organisasi yang akan diserahi bidang kerja tertentu atau fungsi tertentu. Fungsi adalah sekelompok aktivitas sejenis berdasarkan kesamaan sifat atau pelaksanaannya.
3. Rantai Komando
Unsur ini menjelaskan kepada siapa hasil aktivitas (pekerjaan) akan dilaporkan. Hal ini juga dapat diperluas dengan pertanyaan “Kepada siapa saya harus bertanggung jawab dan kepada siapa saya harus berkonsultasi, jika terdapat masalah dalam pekerjaan?”. Ada dua unsur penting dalam menjelaskan konsep rantai komando, yaitu otoritas dan kesatuan. Otoritas merupakan hak yang melekat pada posisi manajerial seperti memberikan tugas dan mengharapkan tugas tersebut dapat dipatuhi dan dijalankan. Kesatuan perintah adalah tiap-tiap pejabat dalam organisasi hendaknya hanya dapat diperintah dan bertanggung jawab kepada seorang pejabat tertentu.
4. Rentang Pengawasan
Unsur ini mendeskripsikan berapa jumlah bawahan yang dapat dikelola secara efisien dan efektif oleh seorang manajer.
5. Sentralisasi dan Desentralisasi
Sentarlisasi sebagai derajat di mana pembuatan keputusan dipusatkan pada beberapa jabatan di perusahaan. Desentralisasi adalah pengalihan tanggung jawab dan wewenang dalam mengambil keputusan dari kantor pusat kepada orang yang berlokasi terdekat dengan situasi yang membutuhkan perhatian. Dengan menggunakan desentralisasi, tindakan dapat dilakukan lebih cepat dalam menyelesaikan masalah, lebih banyak orang yang terlibat di dalamnya, dan menjadikan karyawan lebih menjadi bagian dari organisasi.
7. Formalisasi
Jika pekerjaan yang ada telah diformalisasi, akan diketahui pekerjaan apa saja yang harus dikerjakan, kapan harus diselesaikan, dan bagaimana cara menyelesaikannya.
II. 7 Struktur dan Proses Mempengaruhi Perilaku Organisasi
Perilaku organisasi dapat didefinisikan sebagai penggunaan teori, metode, dan prinsip-prinsip dari berbagai disiplin ilmu seperti psikologi, sosiologi, dan antropologi budaya untuk mempelajari persepsi, nilai-nilai, kapasitas belajar, dan tindakan individu ketika bekerja dalam kelompok dan di dalam organisasi secara keseluruhan, penganalisisan dampak lingkungan luar atas organisasi dan sumber daya manusia, misi, tujuan, dan strateginya.
Struktur organisasi ialah pola formal tentang bagaimana orang dan pekerjaan dikelompokkan. Struktur sering digambarkan dengan suatu bagan organisasi. Proses berkenaan dengan aktivitas yang memberi kehidupan pada skema organisasi itu. Komunikasi, pengambilan keputusan, evaluasi prestasi kerja, sosialisasi, dan pengembangan karier adalah proses dalam setiap organisasi.
Tujuan para manajer dalam setiap organisasi ialah mencapai perilaku yang dikoordinasikan sehingga organisasi tersebut dinilai efektif oleh mereka yang mengevaluasi hasilnya. Faktor-faktor utama yang menentukan perilaku individu dan kelompok adalah tugas dan hubungan wewenang. Oleh karena itu, manajer harus merancang struktur organisasi agar memudahkan komunikasi di antara para pegawai.
BAB III
PENUTUP
III. 1 Kesimpulan
Organisasi adalah wadah kegiatan daripada orang-orang yang bekerjasama
dalam usahanya mencapai tujuan. Dalam wadah kegiatan itu setiap orang harus jelas
tugas, wewenang dan tanggung jawabnya, hubungan dan tata kerjanya. Itulah sebabnya struktur organisasi sangat diperlukan dalam sebuah organisasi yang baru dibentuk, dalam keadaan berkembang maupun yang sudah mapan.
Perusahaan atau organisasi sering mengubah strukturnya ketika skala usahanya dan kompleksitasnya semakin besar.
Ada beberapa bentuk struktur organisasi seperti yang telah dibahas dalam Bab II Pembahasan, setiap struktur organisasi tersebut memiliki kelebihan serta kekurangannya masing-masing. Namun, harapan setiap organisasi atau perusahaan tentunya ingin tetap bertahan atau semakin maju.
Struktur organisasi mempengaruhi perilaku organisasi karena faktor-faktor utama yang menentukan perilaku individu dan kelompok adalah tugas dan hubungan wewenang. Oleh karena itu, manajer harus merancang struktur organisasi agar memudahkan komunikasi di antara para pegawai.




DAFTAR PUSTAKA
Gibson, Ivancevich, Donnely. 1996. Organisasi: Perilaku, Struktur, Proses Jilid 1 Edisi Kelima. Jakarta. Erlangga
Kusdi. 2009. Teori Organisasi dan Administrasi. Jakarta: Salemba Humanika
Siagian, Sondang P. 1998. Manajemen Abad 21. Jakarta: Bumi Aksara
Sukoco, Badri Munir. 2007. Manajemen Administrasi Perkantoran. Jakarta: Erlangga
Sutarto. 1978. Dasar-Dasar Organisasi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press

Website :

Di kunjungi pada hari kamis,16 januari 2014

Waktu mengunjungi : 00 : 47 AM

Nama : Rida Fika
Npm   : 16112299
Kelas  : 2KA19

Senin, 21 Oktober 2013

BEKERJASAMA DALAM KELOMPOK (TEAM WORK)


BEKERJASAMA DALAM KELOMPOK (TEAM WORK)
IMPLIKASI MANAJERIAL

Pengertian Team Work

Team Work adalah suatu bentuk kerja sama dalam beberapa sumber daya manusia, berasal dari latar belakang yang berbeda, kedudukannya sama, dan eksis dalam berorganisasi atau perkantoran untuk menjalankan komitmen dan meraih tujuan yang sama.


Cara Kerja Tim Yang Baik

Dalam hal ini, diharuskan untuk adanya kesepahaman, keselarasan, persetujuan komitmen dalam bekerja, dan menyatukan langkah untuk meraih tujuan bersama.


Untuk Mencapai Tujuan Bersama

Hal ini dapat dicapai tujuan bersama apabila sudah ditetapkan object dan targetnya. Ini sangat penting agar seluruh aktifitas yang berhubungan kerja sama harus kesepahaman gerak dan mempunyai langkah atau ide untuk direalisasikan bersama. Dan apabila ada seorang anggota kelompok ada suatu masalah, maka harus diberitahukan kepada yang lainnya untuk dicarikan solusi bersama agar mendapatkan langkah dan kerja yang selaras untuk mencapai tujuan bersama.


Cara Mengatasi Hambatan

Hal ini bila ada permasalahan dapat di atasi dengan cara mengatasi hambatan atau masalah yang terjadi disekitar kantor dengan cara pemetaan permasalahan, kemudian dikasifikasikan berdasarkan tingkat penyelesaiannya, kemudian di analisa sesuai dengan tingkatannya agar semua permasalahan dapat di atasi dengan lancar dan cepat.
Implikasinya Dalam Manajeral
Yaitu untuk meningkatkan efektifitas TEAM WORK dalam sebuah perusahaan memerlukan Team Work yang baik antara bagian dan divisi didalam perusahaan tersebut agar perusahaan tersebut berkembang dan maju lebih cepat.



Jam : 17:19 PM  mengunjungi WEB ini pada tanggal : 21 oktober 2013


Pengertian Kelompok 

Kelompok adalah sekumpulan orang yang mempunyai tujuan bersama yang berinteraksi satu sama lain untuk mencapai tujuan bersama, mengenal satu sama lainnya, dan memandang mereka sebagai bagian dari kelompok tersebut. Kelompok ini misalnya adalah keluarga, kelompok diskusi, kelompok pemecahan masalah, atau suatu komite yang tengah berapat untuk mengambil suatu keputusan. Dalam komunikasi kelompok, juga melibatkan komunikasi antarpribadi. Karena itu kebanyakan teori komunikasi antarpribadi berlaku juga bagi komunikasi kelompok.


Karakteristik Kelompok

Karakteristik Kelompok antara lain:
1. Terdiri dari dua orang atau lebih dalam interaksi sosial baik secara verbal maupun non verbal.
2. Anggota kelompok harus mempunyai pengaruh satu sama lain supaya dapat diakui menjadi anggota suatu kelompok
3. Mempunyai struktur hubungan yang stabil sehingga dapat menjaga anggota kelompok secara bersama dan berfungsi sebagai suatu unit.
4. Anggota kelompok adalah orang yang mempunyai tujuan atau minat yang sama.
5. Individu yang tergabung dalam kelompok, saling mengenal satu sama lain serta dapat membedakan orang-orang yang bukan anggota kelompoknya.


Tahapan Pembentukan Kelompok 

Perkembangan sebuah kelompok selalu berbeda satu dengan yang lainnya. Namun demikian, terdapat beberapa cara yang dapat digunakan untuk membentuk sebuah kelompok. Berikut ini adalah beberapa tahapan dalam pembentukan kelompok.

A. Forming.

Forming adalah tahap orang berkumpul dan membentuk sebuah kelompok. Pada suatu kegiatan, tidak sedikit peserta yang mengikutinya karena penugasan. Kondisi seperti ini tidak jarang menimbulkan perasaan was-was maupun keraguan di hati peserta tersebut.

B. Informing.

Informing merupakan tahap dimana kelompok yang baru terbentuk tersebut diberi penjelasan tentang tujuan dari kegiatan yang akan diselenggarakan. Pada tahap ini biasanya akan didapati interaksi antaranggota karena setiap peserta mulai sadar bahwa mereka menuju pada tujuan yang sama. Seorang fasilitator biasanya akan mencari titik pijak yang sama, dan membentuk visi, misi, serta tujuan kelompok. Fasilitator diharapkan dapat menggunakan kegiatan pengenalan dan agenda yang jelas.

C. Storming.

Pada tahap ini, pembangunan peran diantara masing-masing peserta mulai terbentuk. Storming merupakan fase yang sangat penting dalam dinamika kelompok, karena pada tahap ini akan terjadi tarik menarik, uji coba, bahkan konflik. Benturan antarpribadi sangat mungkin terjadi pada tahap ini – bahkan benturan antara peserta dengan pemimpin kelompok. Seorang fasilitator diharapkan dapat memberikan dukungan kepada seluruh kelompok. Dengan mengembangkan dan menggunakan teknik-teknik fasilitasi, fasilitator juga perlu senantiasa mengingatkan peserta akan tujuan dan norma-norma kelompok. Usahakan agar fasilitator dapat menjaga terjadinya keterbukaan dan mendorong setiap peserta untuk mengatasi konflik yang terjadi.

D. Norming.

Tahapan ini merupakan tahap stabilisasi dimana aturan, ritual, dan prosedur telah ditetapkan dan diterima oleh seluruh peserta. Peserta telah menyepakati identitas perasn sehingga terciptanya suasana kebersamaan. Jalan menuju kemajuan disepakati dan disetujui bersama. Fasilitator diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam menghaluskan proses. Jika diperlukan, perbaiki atau sesuaikan norma yang ada, untuk kemudian diserahkan kembali implementasinya kepada kelompok.

E. Mourning.

Mourning merupakan tahap akhir dari proses pembentukan sebuah kelompok. Pada tahapan ini, seluruh tugas telah selesai dikerjaan dan tujuan utama pembentukan kelompok sudah terpenuhi. Siklus kehidupan kelompok secara resmi telah berakhir. Terkadang muncul rasa sedih diantara peserta. Sebagian mulai memikirkan tugas lain yang telah menanti. Fasilitator yang baik diharapkan dapat membantu peserta dalam mempersiapkan masa transisi dari pembentukan kelompok menuju bubarnya kelompok.

F. Transforming.

Pada tahapan ini, tim telah menjadi dinamis karena pembentukan kelompok sudah terjadi dan mulai ada perubahan baik di masing-masing peserta maupun pada kelompok secara keseluruhan. Sebagai seorang fasilitator, diharapkan dapat menunjukkan dukungan dan rasa percaya kepada kelompok. Hargai perubahan yang terjadi dengan memberikan pujian. Yang perlu diingat adalah sebaiknya pujian yang diberikan tidak berlebihan.


Kekuatan Team Work

Teamwork atau kerja sama tim merupakan bentuk kerja kelompok yang bertujuan untuk mencapai target yang sudah disepakati sebelumnya. Harus disAdari bahwa teamwork merupakan peleburan berbagai pribadi yang menjadi satu pribadi untuk mencpai tujuan bersama. Tujuan tersebut bukanlah tujuan pribadi, bukan tujuan ketua tim, bukan pula tujuan dari pribadi paling populer di tim. Dalam sebuah tim yang dibutuhkan adalah kemauan untuk saling bergandeng-tangan menyelesaikan pekerjaan. Bisa jadi satu orang tidak menyelesaikan pekerjaan atau tidak ahli dalam pekerjaan A, namun dapat dikerjakan oleh anggota tim lainnya. Inilah yang dimaksudkan dengan kerja tim, beban dibagi untuk satu tujuan bersama.

Implikasi Manajerial

Implikasi manajerial adalah bagaimana meningkatkan produktifitas dengan cara meningkatkan kapasitas, kualitas, efisiensi dan efektivitas dari sumber daya yang ada. apa implikasi manajerial yang muncul dari organisasi tanpa pembatas (borderless Tipe organisasi transnasional/tanpa batas memakai pengaturan yang mengeliminasi atau menghapus halangan geografis artitisial.Para manajer memilih pendekatan ini dalam rangka meningkatkan efisiensi dan efektivitas di pasar global yang kompetitif.Implikasi yang dirasakan oleh para pihak manajer adalah bagaimana mereka bisa mengembangkan produk yang diproduksi di negara lain,dengan baik dengan cara memanfaatkan sumber daya alam dan manusia yang ada pada negara ttersebut.Jadi struktur organisasi manajerial tidak akan berpusat pada satu organisasi manajerial namun harus mencakup seluruh struktur organisasi manajerial di seluruh negara dimana perusahaan iitu berada.

SUMBER : 


PUKUL : 17:25 PM mengunjungi web ini pada tanggal : 21 OKTOBER 2013



Pengalaman Bekerjasama Dalam Kelompok


Saya pernah mengikuti presentasi di kelas di situ saya ditunjuk sebagai penyaji materi dan saya menjelaskan materi yang akan saya jelaskan terhadap teman-teman di kelas. Kerjasama dalam kelompoknya, saya bekerjasama dalam hal membuat makalah maupun ppt power point untuk di tampilkan saat presentasi, disitu kami membutuhkan pendapat dari masing-masing individu. Awalnya memang belum terjadi gesekan atau persilangan pendapat yang signifikan, karena tahap ini masih tahap pengenalan. Masalah muncul saat anggota lain merasa lebih suka mengerjakan daripada menyumbangkan ide. Padahal disini kita sama-sama belajar satu sama lain jadi harus mengerjakan apapun dengan bersama-sama karena kita  adalah team work . Namun dengan berjalannya waktu semua bisa teratasi dan kami pun bisa menjalani kerjasama ini dengan baik hingga tiba saatnya kami mempresentasikan makalah yang telah kami rancang.
Manfaatnya  Setelah bergabung dalam tim, saya akhirnya mendapat banyak pengetahuan baru dan ide segar dari teman sesama tim. Hal ini tentu menyehatkan psikologis akademik kita sebagai mahasiswa.
Saya berkesimpulan bahwa tim dibutuhkan  dalam hal belajar ataupun dalam bekerja nanti. Jadi  sangat dibutuhkan skill dalam berorganisasi atau bekerjasama dalam kelompok. Yang diperlukan dalam bekerjasama adalah  adalah kerendahan hati untuk mau menerima dan mendengar, mengurangi keegoisan agar kita bisa merasakan manfaatnya.



NAMA : RIDA FIKA

NPM    : 16112299

KELAS : 2KA19


Minggu, 29 September 2013

Teori Organisasi Umum



Teori Organisasi


 Definisi Oganisasi Menurut Buku Satu : “Pengantar Ilmu Komunikasi”

Organisasi adalah pengiriman dan penerimaan berbagai  pesan organisasi di dalam kelompok, formal maupun informal dari suatu organisasi. Bila organisasi semakin besar dan kompleks maka akan mengakibatkan semakin kompleks pula proses komunikasinya. Organisasi kecil yang anggotanya hanya tiga orang proses komunikasi yang berlangsung relative sederhana. Tetapi organisasi yang anggotanya seribu orang menjadikan komunikasi yang sangat kompleks.
Komunikasi Organisasi dapat bersifat formal maupun informal komunikasi formal adalah komunikasi yang disetujui oleh organisasi itu sendiri dan sifatnya berorientasi kepentingan organisasi. Isinya berupa cara kerja dalam organisasi didalam organisasi produk-produk dan berbagai pekerjaan yang harus dilakukan dalam organisasi. Misalnya seperti : memo, kebijakan, surat pernyataan, jumpa pers, dan surat-surat resmi. Adapun komunikasi informal adalah komunikasi yang di setujui secara social. Orientasinya bukan pada organisasi tetapi lebih kepada anggotanya secara individual.


Pendekatan-pendekatan Organisasi
Menurut Goldher (1990) yang namanya organisasi sekurang-kurangnya meliputi empat pendekatan. Yaitu pendekatan alamiah, pendekatan hubungan antar manusia, pendekatan sistem dan budaya.


Daftar pustaka : Wiryanto.2008.Pengantar Ilmu Komunikasi.Jakarta:PT grasindo.
halaman :52-55



Definisi Organisasi Menurut Buku dua : “Komunikasi Pendidikan”


 Organisasi komunikasi dalam organisasi pendidikan itu terdapat manajemen komunikasi oleh karena itu upaya dalam meningkatkan mutu pendidikan dan mutu pengelolaan organisasi pendidikan. Komunikasi yang bermutupun menjadi penting dan harus ditopang juga dengan komunikasi institusi pendidikan berorganisasi.
Bentuk Komunikasi Organisasi :


biasanya dibagi kedalam dua kategori yaitu komunikasi internal dan komunikasi eksternal dan komunikasi internal adalah pertukaran dan penerimaan pesan di antara manajemen dan warga organisasi serta sesama warga organisasi. Komunikasi internal ini bisa berupa komunikasi dari atasan ke bawahan dan sebaliknya dari bawahan terhadap atasan. Bisa jadi sesama staf yang selevel dan kedudukan dalam organisasi atau antara sesame manajer yang setara dan selevel kedudukannya.
sedangkan komunikasi eksternal adalah komunikasi yang dilakukan organisasi dalam lingkungan eksternalnya.


Media Organisasi :

pada komunikasi organisasi didalam organisasi ada media dan saluran komunikaasi yang dipergunakan untuk penyampaian dan penerimaan pesan. Untuk kepentingan manajemen dan komunikasi organisasi.


Daftar Pustaka :

iriantara,Yosal,dr.2013.Komunikasi Pendidikan.Bandung:Rakatama Media Kota.
halaman : 47-50





Mengapa Teori Organisasi Itu Penting ?

1.       Karena Ketahuilah bahwa dalam kehidupan kita tidak lepas dari organisasi
2.     Dimanapun kita bersentuhan dan berhubungan dengan organisasi
3.     Organisasi adalah bentuk dominan dalam masyarakat
4.    Organisasi meresap ke dalam semua aspek kehidupan manusia dan masyarakat secara menyeluruh
5.     Mempelajari teori organisasi secara formal akan memiliki sekumpulan teori tentang bagaimana organisasi beroperasi
6.    Secara aktivitas kehidupan kita menggunakan perhitungan dan analisis teori berdasarkan ilmiah
7.     Alasan mempelajari teori organisasi para manajer karir pada umumnya karena tertarik untuk mengejar kinerja yang lebih profesional dalam karir di manajemen
8.     Alasan akhir mungkin hanya sesuatu yang pragmatis, berupa sebuah prasyarat untuk memperoleh gelar, sertifikat atau kepentingan tertentu




Kenapa teori organisasi itu penting, karena kita sebagai mahasiswa ada saat nya nanti kita akan masuk kedalam berbagai macam-macam organisasi yang ada diluar, karena itu sebagai mahasiswa yang baik kita harus mempelajari bagaimana teori - teori pada organisasi, juga untuk kita dalam memasuki suatu organisasi yang nanti nya kita akan menemukannya disaat kita selesai dalam kuliah.



Pengalaman Berorganisasi


Sewaktu SMA saya pernah mengikuti organisasi PMR yang saya ikuti sejak kelas 2 SMA, dalam organisasi ini saya menjabat sebagai sekertaris dua, yang mengurusi mengenai pencatatan siswa-siswi yang  mengikuti pelatihan sampai obat-obatan yang harus saya catat setiap ada pembelian obat dan sisa obat yang terisisa di UKS. Dan Sekretaris bertugas dalam membuat laporan-laporan atau proposal mengenai agenda kegiatan, rapat, dan lain sebagai nya. Pertama saya mengikuti organisasi PMR ini, saya ragu karna harus berbagi waktu dengan kegiatan pembelajran di kelas namun dengan berjalanya waktu semua itu bisa teratasi. Di organisasi ini saya belajar banyak hal  dalam berorganisasi, kita dapat melatih kerja sama secara berkelompok atau team, mengurangi sifat egoisme, dan lebih mengutamakan kepentingan bersama.
Kegiatan yang dilakukan dalam organisasi PMR ini adalah pemberian materi yang dilakukan oleh guru pembimbing atau kakak senior yang lebih berpengalaman dan mereka membagi ilmu yang pernah meraka dapat kan. Bahkan kadang kakak-kakak senior dari Palang Merah Indonesia setempat datang untuk membagi ilmu kepada kami. Tidak hanya teori-teori yang saya dapatkan dalam berorganisasi PMR ini, sebulan sekali kita mengadakan praktik atau kerja lapangan Bahkan setiap hari senin atau setiap diadakannya upacara-upacara bendera yang penting dalam sekolah, kami para Palang Merah Remaja ikut mengambil peran didalam nya, kami siap membantu teman-teman yang tidak kuat fisik nya untuk mengikuti upacara, bahkan ada yang sampai pingsan, kami selalu siap siaga.
Banyak hal positif yang saya dapatkan ketika saya terjun langsung dalam berorganisasi terutama organisasi Palang Merah Remaja (PMR) yang diadakan di sekolah saya, saya dapat mengerti apa itu kerja sama tim, karena, misalkan jika tidak ada kerja sama tim dalam membuat tandu atau membalut luka korban yang terkena musibah, tidak akan ada tujuuan yang tercapai yaitu menyelamatkan korban. Saya juga dapat mengurangi sifat ego dan lebih mengutamakan kepentingan umum atau bersama dibandingkan kepentingan pribadi. Dan disini saya dituntut untuk kerja cepat, memanfaatkan waktu sebaik mungkin, dan selalu waspada, dengan tuntutan yang terus diterapkan tersebut lambat laun akan menjadi kebisaan yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Banyak hal yang saya dapatkan saat mengikuti organisasi PMR ini.








Nama : Rida Fika
Npm : 16112299
kelas : 2KA19